, 08 Agustus 2008 - 00:00:00 WIB
DUGAAN KORUPSI: Kejagung Periksa Mantan Dirut BNI
Diposting oleh : Admin
Kategori: Hukum - Dibaca: 945 kali

JAKARTA (Suara Karya): Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) BNI 46 Saefuddin Hasan dan empat mantan pejabat BNI 46 lainnya terkait kasus dugaan korupsi pembelian dan pemberian kredit BNI 46 kepada PT Industri Baja Garuda (IBG) di Sumatera Utara.

Dari lima mantan pejabat BNI 46 itu, Saefuddin dan mantan Direktur Internasional BNI 46 Rachmat Wiriatmaja, serta mantan Direktur Korporasi BNI 46 Suryo Sutanto, diperiksa sebagai saksi. Sementara dua lainnya, yakni mantan Relationship Manager Divisi Korporasi BNI 46 Garna Komarudin dan mantan Pemimpin Divisi Investasi dan Jasa Keuangan BNI 46 Djarot Ramelan Suseno, diperiksa sebagai tersangka.

Melalui siaran pers, Kamis (7/8), Kapuspenkum Kejagung Bonaventura Daulat Nainggolan mengatakan, kasus ini berawal saat BNI 46 membeli aset kredit PT IGB di BPPN sebesar Rp 104 miliar melalui PT Bahtera Tjipta Sakti (BTS) antara bulan Juli hingga Oktober tahun 2002.
Namun para tersangka kemudian memberikan kredit tersebut kepada debitor lama yakni PT IGB. Untuk kepentingan pengambilalihan aset kredit IGB, BNI 46 juga mengucurkan biaya lain-lain sebesar Rp 23 miliar.
PT IGB juga mengajukan kredit modal kerja sebesar Rp 50 miliar untuk restrukturisasi, yang kemudian ditengarai menyimpang dan menimbulkan kredit macet. Kerugian negara atas kasus ini diduga mencapai Rp 295,063 miliar.
Kamis kemarin, tim penyidik Kejagung yang diketuai Nur Chamid juga memeriksa empat orang saksi kasus dugaan korupsi dalam proyek penyiapan data informasi spasial sumber daya alam di sejumlah kabupaten daerah tertinggal. Keempat saksi itu adalah Rika Marni dan Titik Budi Nuryani (ahli remote sensing PT AQSA), Fajar Yulianto, dan Abdullah Senady.
Dalam perkara yang diperkirakan merugikan keuangan negara Rp 4,4 miliar ini, dua tersangka yakni TAW (pejabat pembuat komitmen) dan T (Direktur PT Tunas Intercomindo Sejati), telah ditahan di LP Cipinang.
Di hari yang sama, tim penyidik yang diketuai Nur Rochmat juga memeriksa saksi Budi Pramono dalam kasus pengadaan tanah makam Budha yang merugikan negara Rp 12,96 miliar. (Jimmy Radjah)
Sumber Suara Karya




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)