, 22 Oktober 2008 - 00:00:00 WIB
ALIRAN DANA BI: Maman Tak Tahu Pencairan Dana YPPI
Diposting oleh : Admin
Kategori: Hukum - Dibaca: 660 kali

JAKARTA (Suara Karya): Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Maman Somantri mengaku tidak mengetahui pencairan dana milik Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar untuk DPR. Maman mengaku perihal pencairan dana tersebut setelah diberitahu Aulia Pohan, saat menjabat Deputi Gubernur BI, di ruang kerjanya.

Hal itu diungkapkan Maman saat menjadi saksi untuk terdakwa perkara dugaan korupsi pencairan dana YPPI Rp 100 miliar yaitu anggota DPR Hamka Yandhu dan mantan anggota DPR Anthony Zeidra Abidin di Pengadilan Tipikor, kemarin. "Yang saya tahu, dana itu untuk keperluan insidentil dan mendesak," kata Maman.

Menurut Maman, saat dana itu akan dicairkan, Aulia Pohan memanggil Maman dan Bunbunan Hutapea yang saat itu juga menjabat Deputi Gubernur BI, ke ruang kerjanya. Dari penjelasan Aulia pula, Maman mengtahui dana tersebut dikeluarkan berdasarkan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG).

Namun, Maman menegaskan tidak mengetahui jika dana YPPI itu diberikan kepada anggota DPR. Alasannya, hal tersebut tidak tercantum dalam catatan yang dibuat Rusli Simanjuntak, yang saat itu menjabat Kepala Biro De-wan Gubernur BI. "Catatan itu hanya menyebutkan keperluan penarikan dana tersebut untuk diseminasi intensif dengan stakeholders (pihak terkait)," kata Maman.

Maman juga menyatakan bahwa Anwar Na-sution saat menjabat Deputi Gubernur Senior BI tidak pernah menyatakan keberatannya atas penggunaan dana YPPI. Sebelumnya saat memberi kesaksian di sidang atas nama Oey Hoey Tiong dan Rusli Simanjuntak serta Bur-hanuddin Abdullah, Anwar selalu membantah menye-tujui pencairan tersebut.

Sebelum sidang ditutup Ketua Majelis Hakim, Masrurdin Chaniago, jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Anwar Nasution, Paskah Suzetta dan Boby Suhardiman pada persidangan selanjutnya, 28 Oktober 2008.

Sementara itu, pada 29 Oktober 2008, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) akan menjatuhkan vonis terhadap mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Burhanuddin Abdullah.

Penetapan tanggal penjatuhan vonis tersebut dilakukan majelis hakim pada 15 Oktober 2008, setelah kuasa hukum Bur-hanuddin dan JPU langsung mengajukan replik dan duplik setelah mendengar pembelaan (pledoi) dari pihak Burhanuddin. "Karena itu, majelis akan menjatuhkan vonis pada tanggal 29 Oktober 2008," kata Gusrizal.

Dalam repliknya, JPU pada KPK, KMS Roni tidak menanggapi secara langsung pembelaan pihak Burhanuddin. (Nefan Kristiono)

Sumber Suara Karya




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)