, 23 April 2009 - 00:00:00 WIB
Kunjungan FH Universitas 17 Agustus Cirebon
Diposting oleh : Admin
Kategori: Hukum - Dibaca: 924 kali

Komisioner Zaenal Arifin, SH yang didampingi Kepala Pusat Data dan Layanan Informasi Komisi Yudisial Nita Kurniasih menerima rombongan tersebut pada Rabu (22/04).

Zaenal tentang sejarah pembentukan berikut fungsi lembaganya, Menurut mantan hakim ini sejarah KY tak bisa dilepaskan dengan dua persoalan besar dalam sistem peradilan. Yaitu, rasa ketidakpuasan masyarakat atas recruitmen hakim agung yang sarat dengan kolusi, korupsi dan nepotisme. Persoalan lain yang tak serius adalah peradilan tidak berjalan secara semestinya.

Usai penjelasan tersebut, acara selanjutnya adalah dialog antara nara sumber dan peserta kunjungan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus. Nita Kurniasih juga bertindak sebagai pemandu acara ini.

Beragam bertanyaan mengalir menjadikan diskusi sangat menarik. Salah satu pertanyaan yang cukup memikat yaitu apakah Komisi Yudisial merasa puas dalam situasi sistem ketatanegaraan saat ini? Pertanyaan yang diajukan oleh Heri Heryanto, SH., MH., ini terkait dengan eksistensi KY pasca putusan Mahkamah Konsitusi, dan resistensi dari para hakim terkait pengawasan ekternal.

Menanggapi hal ini, Zaenal menjelaskan bahwa keberadaan Undang-undang (UU) No.3 Tahun 2009 Tentang Mahkamah Agung memberikan angin segar bagi pelaksaan tugas Komisi Yudisial. Pasalnya, lewat UU tersebut ada pasal-pasal yang memperkuat pengawasan KY. Misalnya saja keberadaan Majelis Kehormatan Hakim yang memiliki komposisi empat orang dari KY dan tiga orang dari Mahkamah Agung.

Zaenal berharap penguatan kewenangan KY tersebut akan berlanjut melalui revisi UU KY. Rencananya, rancangan UU ini bakal disyahkah pada bulan Juni 2009 mendatang.(NAS)






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)