, 14 Februari 2011 - 00:00:00 WIB
Peran Komisi Yudisial dalam Mewujudkan Peradilan Bersih
Diposting oleh : Admin
Kategori: Hukum - Dibaca: 781 kali

Dalam survey tersebut lembaga peradilan menempati urutan ke-2 (setelah parlemen) sebagai lembaga terkorup dengan skor 4,1 (skala 1 - 5). Skor tersebut masih sama dengan tahun 2007, buruknya lembaga peradilan ini disebabkan oleh faktor profesional hakim (main actor).

Hasil penelitian putusan hakim yg dilakukan oleh Komisi Yudisial bersama jejaring perguruan tinggi dan swasta tahun 2007 - 2010 menunjukkan profesionalisme hakim masih berada dalam masalah. Hal tersebut disampaikan oleh wakil ketua Komisi Yudisial RI Imam Anshori Saleh dalam makalah yang berjudul 'Peran Komisi Yudisial Mewujudkan Peradilan Bersih: Habis Gelap Terbitlah Terang', di acara seminar nasional dengan tema Penegakan Hukum di Indonesia yang diselenggarakan oleh Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Korpri-PB PMII) yang diadakan di aula BBPP (Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Bekasi (11/02).

Lebih lanjut Imam Ansori Saleh menjelaskan bahwa kehadiran Komisi Yudisial (KY) menjadi penting dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat serta perilaku hakim untuk mewujudkan peradilan bersih dan KY juga mempunyai wewenang dalam melakukan seleksi calon hakim agung, lahirnya wewenang tersebut didorong oleh kebutuhan untuk membangun sistem seleksi calon hakim agung yang selektif, transparan dan partisipatif.

Memasuki periode ke-2 (2010-2015) KY akan tetap konsisten menjalankan kewenangannya, sembari melakukan upaya penguatan kelembagaan dan memperjuangkan revisi Undang-undang KY, guna memperkuat wewenang konstitusionalnya. Sehingga keberadaan KY akan semakin bernilai penting dan strategis sebagai mitra masyarakat untuk mewujudkan mimpi panjang peradilan bersih. Habis gelap terbitlah terang, semoga. (Humas/Aran)





0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)