, 26 September 2011 - 00:00:00 WIB
KY Jalin Kerjasama dengan Universitas Bengkulu
Diposting oleh : Admin
Kategori: Hukum - Dibaca: 304 kali

Jakarta (Komisi Yudisial) - Bertempat di aula rektorat Universitas Bengkulu, Komisi Yudisial (KY) bersama Universitas Bengkulu mengadakan acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Jumat (23/09). Dalam acara penandatanganan MoU ini pihak KY diwakili oleh Anggota KY Dr. Ibrahim, S.H., M.H., L.LM., sedangkan dari pihak Universitas Bengkulu diwakili oleh Rektor Universitas Bengkulu Prof. Ir. Zainal Muktamar, M.Sc., Ph.D.

Dalam kesempatan ini Ibrahim menyampaikan bahwa kerjasama dengan Universitas Bengkulu bukan hal yang baru lagi karena beberapa tahun yang lalu sudah ada kerjasama dalam hal penelitian putusan.  Bagi KY, perguruan tinggi dengan kapasitas yang mumpuni sehingga examinasi putusan salah satu pola bersinergi dengan stakeholder yang ada, salah satunya adalah perguruan tinggi. “Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dukungan dan saling menguatkan antara KY dan Universitas Bengkulu,” kata Ibrahim.

KY dengan dua core bussiness-nya yaitu mengusulkan Calon Hakim Agung dan menjaga dan menegakkan harkat martabat serta perilaku hakim, dalam rangka inilah diharapkan kemitraan- kemitraan itu ada antara KY dengan stakeholder manapun. Semua kerjasama ini intinya adalah mewujudkan suatu cita-cita yang agung di negeri ini yaitu menciptakan peradilan yang fair dan imparsial.

Ibrahim menambahkan bahwa dalam blueprint Mahkamah Agung jelas bahwa menciptakan peradilan yang fair dan imparsial menjadi tujuan utama yaitu untuk menciptakan peradilan yang agung, seperti juga kewenangan dan tujuan dari KY.  Suatu peradilan yang agung itu adalah sebuah cita-cita, sudah pasti cita-cita itu tidak bisa dilaksanakan oleh MA sendiri. “Berbagai alasan disampaikan oleh pakar bahwa secara psikologis secara sosioyuridis bahwa pengawasan itu tidak akan efektif jika itu dilakukan oleh dirinya sendiri karena tidak ada lembaga yang efektif terhadap dirinya sendiri,” tambah Ibrahim.

Meski demikian harus diingat bahwa pengawasan eksternal tersebut diharapkan dapat melakukan pengawasan yang efektif tidak mengurangi penguatan-penguatan yang telah dilakukan oleh lembaga itu sendiri. Dalam hal itu, maka kerjasama yang kita bangun dengan lembaga manapun sebenarnya itu tidak lain adalah dalam rangka memperkuat dalam rangka mempercepat terwujudnya peradilan yang adil, peradilan yang di cita-citakan peradilan yang didambakan oleh masyarakat  yang menyebut dirinya sebagai negara hukum di dalam negara demokrasi, untuk itulah mengapa kerjasama dilakukan.

Selain penandatanganan MoU, diadakan juga acara dialog khusus yang bertema "Penguatan Fungsi Komisi Yudisial dan Rekruitmen." Dalam acara ini sebagai pembicara Anggota KY Dr. Ibrahim, S.H., L.LM., M.H dan Dr. Taufiqurrohman S, S.H., M.H. serta Rektor Universitas Bengkulu Prof. Ir. Zainal Muktamar, M.Sc., Ph.D. selaku moderator. Dalam dialog ini diikuti oleh perwakilan Kejaksaan, perwakilan hakim, dosen Universitas Bengkulu serta wartawan. (KY/Didik)





0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)