, 07 Desember 2011 - 00:00:00 WIB
KY - MA Samakan Persepsi Soal Data Peradilan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum - Dibaca: 341 kali

Jakarta (Komisi Yudisial) - Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) membangun kesepahaman dan kesamaan persepsi terkait permintaan data kepada Badan Peradilan dan/atau Hakim. Permohonan data tersebut sesuai dengan Pasal 22 UU Nomor 18 Tahun 2011 tentang Komisi Yudisial guna mendukung pelaksanaan pengawasan hakim.


Penyamaan persepsi tersebut melalui focus group discussion (FGD)  bersama KY dan MA  yang menghadirkan beberapa nara sumber antara lain hakim agung diantaranya Prof. Dr. Abdul Gani Abdullah, S.H, H. Yulius, S.H., M.H., Suwardi, S.H, dan H. Sunarto, S.H., M.H., dan mantan hakim agung, Prof. Dr. Mohamad Laica Marzuki, S.H. Sementara nara sumber dari KY ialah Anggota KY H. Abbas Said, S.H., M.H.

Abbas Said mengatakan KY dan MA mencari cara bersinergi dalam melaksanakan tugas menjaga perilaku hakim. Lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial mendorong persamaan pemahaman. “Kita samakan persepsi kita, insya Allah apa yang dihajatkan MA dalam menciptakan pengadilan yang jujur dan bersih akan terkabul,” kata Abbas dalam FGD yang bertempat di  Bandar Lampung, akhir pekan lalu.

Sementara itu Abdul Gani mengatakan mekanisme permohonan permintaan data, yang sebaiknya di dalamnya ada unsur legal standing dan harus jelas mengenai format permintaan datanya. “Mengenai formatnya perlu diketahui oleh Mahkamah Agung. Sebaiknya perlu ada SK bersama mengenai formatnya,” tambah Abdul Gani. (KY/Andry)

 





0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)