Jelang Pemilu, KY Siap Jaga Independensi Hakim
Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus didampingi Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi KY Farid Wajdi melakukan temu dan diskusi dengan media, Rabu (01/08) di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Pusat.

Jakarta (Komisi Yudisial) – Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus didampingi Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi KY Farid Wajdi melakukan temu dan diskusi dengan media, Rabu (01/08) di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Pusat. Selain memperkenalkan Pimpinan KY yang baru, dalam pertemuan tersebut juga menginformasikan program unggulan KY dan penanganan Laporan Masyarakat Semester l Tahun 2018 Bidang Pengawasan Perilaku Hakim. 
 
Adapun program unggulan KY terkait persiapan Pemilu mendatang, penguatan eksistensi KY terkait pengawasan dan pemantauan yang masif dan serentak secara nasional.
 
“Terkait Pemilu, konteksnya lebih kepada menjaga seremoni nasional berupa Pileg dan Pilpres. KY siap melakukan pengawasan dan pemantauan sengketa Pemilu, pelanggaran pidana Pemilu, dan mendorong peradilan yang bebas intervensi. Selain itu juga dilakukan advokasi hakim. Untuk itu, dalam waktu dekat ini KY berencana melakukan deklarasi Pemilu yang jujur dan adil dengan lembaga terkait seperti KPU, Bawaslu, dan DKPP," urai Jaja.
 
Sebagai upaya preventif, KY sudah melakukan pelatihan tematik bekerja sama dengan Mahkamah Agung (MA) untuk melaksanakan pelatihan tematik bagi hakim terkait Pilkada dan Pemilu. Diharapkan dengan pelatihan tematik ini hakim semakin memahami substantif perkara Pemilu.
 
“Untuk semester l, KY sudah melakukan pelatihan pelatian tematik di Medan dan Surabaya, masing-masing diiukti 42 orang hakim.  KY memang mengutamakan daerah yang memang rawan terkait sengketa Pemilunya tinggi. Diharapkan untuk selanjutnya semua hakim di daerah menguasai substanstif Pemilu, sesuai tugas KY yang mendorong peningkatan kapasitas hakim,” ujar mantan dekan Universitas Pasundan ini.
 
Untuk program penguatan eksistensi KY dalam bidang pengawasan dan pemantauan peradilan, KY akan lebih mendekatkan diri kembali jejaring yang dimilikinya.
 
“Dengan jumlah SDM di KY yang tidak sebanding dengan hakim yang dijaga, maka KY akan kembali mengoptimalkan jejaring yang dimilikinya. Terutama untuk bidang pengawasan dan pemantauan, KY akan memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi, NGO, dan LSM melalui bagian hubungan antar lembaga,” pungkas Anggota KY dua periode ini. (KY/Noer/Festy)