Kebutuhan Hakim Agung Pajak Mendesak
Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari mengungkapkan kebutuhan hakim agung di kamar Tata Usaha Negara (TUN) khusus pajak mendesak.

Jakarta (Komisi Yudisial) - Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari mengungkapkan kebutuhan hakim agung di kamar Tata Usaha Negara (TUN) khusus pajak mendesak. Dalam seleksi calon hakim agung (CHA) 2018 ini, Mahkamah Agung (MA) membutuhkan 1 orang untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak. 
 
"Dari 82 orang yang lolos seleksi administrasi, hanya terdapat 6 orang saja yang mendaftar untuk kamar Tata Usaha Negara (TUN) khusus pajak. Tentu saja calon ini masih dirasakan kurang banyak dibandingkan kamar yang lain.  Sedangkan kebutuhan untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak ini cukup mendesak," jelas Aidul di hadapan wartawan saat menggelar press conference, Kamis (13/9) di Ruang Pers KY, Jakarta.
 
Aidul menambahkan bahwa sebenarnya KY telah aktif menjaring calon potensial untuk ikut serta dalam seleksi CHA 2018. Yaitu dengan cara melakukan penjaringan langsung ke berbagai daerah untuk mencari calon yang berintegritas yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.
 
“KY telah melakukan penjaringan atau penjemputan bola ke beberapa kampus dan instansi untuk mencari CHA yang berintegritas. Dari hasil penjaringan itu ada juga beberapa akademisi dan hakim yang berminat untuk mendaftar, sedangkan untuk kamar TUN khususnya hakim pajak, karena kebutuhannya mendesak, KY mencari langsung ke beberapa instansi pajak dan keuangan," lanjut Aidul. (KY/Adnan/Festy)