Awali Masa Jabatan 2025-2030, KY dan MA Siap Bersanding dan Bersinergi
Pimpinan Komisi Yudisial (KY) beraudiensi dengan Pimpinan Mahkamah Agung (MA), Rabu (14/1/2026) di Gedung MA, Jakarta.

Jakarta (Komisi Yudisial) - Mengawali masa jabatan 2025-2030, Pimpinan Komisi Yudisial (KY) beraudiensi dengan Pimpinan Mahkamah Agung (MA), Rabu (14/1/2026) di Gedung MA, Jakarta. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para pimpinan berdiskusi membahas isu kelembagaan terkait pengawasan hakim dan seleksi calon hakim agung dan ad hoc di MA, serta tugas lainnya untuk meningkatkan sinergi antarlembaga.

Ketua KY Abdul Chair menjelaskan bahwa pertemuan pertama ini penting bagi KY dan MA untuk membangun kesamaan pandangan dan memperkuat koordinasi, seiring dimulainya kepemimpinan baru KY Periode 2025–2030.

“Sebagai stakeholder diharapkan KY dan MA dapat melakukan kolaborasi dan sinergitas kelembagaan, seperti seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di MA, layanan publik terkait pelaporan dugaan KEPPH, peningkatan kapasitas, hingga advokasi hakim," jelas Abdul Chair.

Ketua KY juga menekankan pentingnya dialog berkelanjutan, serta penguatan komunikasi antara KY dan MA yang berujung pada realisasi rekomendasi dari KY untuk ditindaklanjuti MA.

Wakil Ketua KY Desmihardi berharap adanya adanya kesamaan persepsi, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan masing-masing.

“Ke depan diharapkan tidak ada miskomunikasi antara KY dan MA terutama terkait teknis yudisial dan nonteknis yudisial. Demikian juga terkait advokasi hakim agar terdapat persamaan persepsi tentang dibahasnya dalam Undang-Undang Jabatan Hakim," tambah Desmihardi.

Menanggapi isu-isu yang dibawa KY untuk didiskusikan bersama MA, Ketua MA Sunarto menyambut baik usulan KY. MA tidak memandang KY sebagai lembaga yang harus berkompetisi, melainkan mitra strategis dalam menjaga marwah peradilan. Kolaborasi dan sinergi menjadi kunci dalam mewujudkan peradilan bersih dan agung.

“Saya senang sekali dengan dilantiknya pimpinan baru KY ini, maka tugas MA semakin ringan. Kemudian harapan untuk bersinergi, MA juga sebenarnya sama. Kami tidak tidak ingin bersaing, tetapi ingin bersanding dengan KY. Kami tidak akan bertanding, kami akan bersanding dengan KY,” jelas Sunarto. (KY/Halima/Festy)


Berita Terkait