Jadikan Pancasila Landasan Etika Bangsa
Ketua Bidang SDM, Advokasi, Hukum, Penelitian dan Pengembangan Komisi Yudisial (KY) Sumartoyo saat memberikan keynote speech dalam workshop Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim dalam Perspektif Etika dan Hukum, Rabu (30/8).

Medan (Komisi Yudisial) – Dalam menjaga kehormatan dan keluhuran martabat, seorang hakim dituntut  untuk menegakkan etika dengan berlandaskan Pancasila. Etika sebagai benteng pertahanan diri hakim berkaitan erat dengan penegakan hukum.  
 
“Hukum kita ibaratkan perahu. Etika kita ibaratkan sebagai laut. Jika etikanya kering, maka hukum tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, hakim harus memiliki etika yang berlandaskan Pancasila. Etika menjadi benteng pada diri hakim agar tidak melakukan hal-hal yang dapat melukai marwah keluhuran seorang hakim,” ujar Ketua Bidang SDM, Advokasi, Hukum, Penelitian dan Pengembangan Komisi Yudisial (KY) Sumartoyo saat memberikan keynote speech dalam workshop Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim dalam Perspektif Etika dan Hukum, Rabu (30/8) di Hotel Le Polonia Medan, Sumatera Utara.
 
Apabila seorang hakim telah paham dan sadar pentingnya menjaga etika, maka cita-cita untuk mewujudkan peradilan bersih akan terwujud. Sebagai profesi mulia, lanjut Sumartoyo, seorang hakim hendaknya tidak mudah tergoda.
 
“Dengan begitu, semua perilaku, moral, dan putusannya akan sejalan dengan nilai-nilai kejujuran,” tambah mantan advokat ini.
 
Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah. Menurutnya, sebaik apapun konsep hukum, tetapi tanpa diikuti dengan etika dan disiplin menjadi sia-sia. Bagi seorang hakim, etika harus berlandaskan Pancasila agar dalam menghasilkan putusan berdasarkan keadilan.
 
“Etika berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila itu harus didorong dan ditingkatkan. Sesungguhnya etika yang berlandaskan Pancasila akan otomatis memiliki nilai-nilai agama didalamnya dan akan membuat hakim menghasilkan putusan yang jujurdan tidak berat sebelah,” ungkap Nurhajizah.
 
Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Marzuki menekankan pentingnya pendidikan etika sejak dini. Ia juga menyampaikan bahwa penting memiliki role model yang memiliki etika kebangsaan. (KY/Gaudi/Festy)

Berita Terkait