Kuningan (Komisi Yudisial) - Sinergi Komisi Yudisial (KY) dengan stakeholder, seperti Mahkamah Agung (MA), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kementerian/lembaga, dan masyarakat sipil menjadi hal yang disorot dalam Rapat Kerja KY 2026. Anggota KY Andi Muhammad Asrun mengusulkan perlunya memperkuat jaringan pemantau peradilan. Harapannya, jaringan pemantau peradilan ini nantinya akan memperkuat eksistensi KY.
Ia juga menegaskan pentingnya menjalin sinergi dengan para hakim sehingga kehadiran KY dijadikan sebagai mitra.
“Saya dari Banjarmasin, para hakim tidak masalah diawasi. Mereka memahami hakim yang terkena sanksi adalah oknum yang tidak baik dan telah melalui proses pemeriksaan,” beber Asrun.
Senada, Anggota KY Anita Kadir menyampaikan bahwa KY penting bersinergi dengan stakeholder terkait. Hal ini diyakininya untuk meningkatkan reputasi lembaga dan meraih kepercayaan publik kepada KY.
"Untuk sinergi dengan lembaga lain dapat dilaksanakan dengan mengkomunikasikan dengan baik dan tidak saling menyinggung, sehingga ada win-win solution. Hal ini tidak hanya diterapkan dengan MA saja, tapi dengan stakeholder KY lainnya termasuk dengan DPR, KPK, dan lain-lain," tutup Anita. (KY/Noer/Festy)
English
Bahasa