Berita
-
Empat Pilar Etika Hakim dan ASN
Jakarta (Komisi Yudisial) - Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung (MA) Dwiarso Budi Santiarto mengatakan independensi, integritas, imparsialitas, dan pelayanan publik menjadi empat pilar utama yang menegaskan pentingnya etika profesional bagi hakim dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Prinsip-prinsip tersebut tidak hanya menjadi pedoman moral, tetapi juga landasan perilaku dalam menjaga kepercayaan
-
KY Gelar Seminar Nasional Etika Publik
Jakarta (Komisi Yudisial) - Komisi Yudisial (KY) menggelar seminar nasional etika publik bertajuk “Memperkuat Etika Profesi Hakim dan ASN untuk Indonesia Adil dan Melayani”, Senin (3/11/2025) di Auditorium KY, Jakarta. Sekretaris Jenderal KY Arie Sudihar menekankan pentingnya refleksi atas tata kelola pemerintahan dan dimensi manusiawi dalam keadilan. Ia menyebut bahwa
-
Keamanan Hakim dan Pengadilan, Bagian Kesejahteraan Hakim
Bandung (Komisi Yudisial) - Tugas advokasi hakim selama ini dilakukan oleh Komisi Yudisial (KY) hanya ketika terjadi suatu kejadian. Namun, dalam praktiknya, pendekatan tersebut selama ini dirasa kurang memadai, sehingga diperlukan langkah-langkah yang lebih aktif untuk mencegah terjadinya penyerangan terhadap kehormatan hakim. Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Bidang SDM, Advokasi, Hukum,
-
KY Ajak HIMPAUDI Perkuat Pengawasan Sidang Perempuan dan Anak
Yogyakarta (Komisi Yudisial) - Komisi Yudisial (KY) mengajak Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kapanewon Piyungan ikut melakukan pengawasan sidang perkara perempuan dan anak berhadapan dengan hukum. Hal ini sebagai respons KY atas meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. "KY terus berkomitmen dalam menjalankan tugasnya untuk
-
KY Terima Audiensi Staf Ahli Kemenlu, Bahas Kerja Sama Luar Negeri
Jakarta (Komisi Yudisial) - Anggota Komisi Yudisial (KY) Sukma Violetta dan Mukti Fajar Nur Dewata menerima kunjungan Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Kementerian Luar Negeri Prasetyo Hadi, di Gedung KY, Jakarta, Selasa (28/10/2025). Kunjungan ini untuk mempererat sinergi antarlembaga, khususnya terkait kerja sama luar negeri. Dalam pertemuan tersebut, Anggota KY Sukma
-
KY Rancang Corporate University sebagai Pusat Etika Peradilan Nasional
Jakarta (Komisi Yudisial) – Komisi Yudisial (KY) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Merancang Model Ideal Komisi Yudisial Corporate University (KY Corpu) sebagai platform terintegrasi Pengembangan Kompetensi ASN KY dan Hakim pada Selasa (28/10/2025) di Auditorium KY, Jakarta. Sekretaris Jenderal KY Arie Sudihar menegaskan bahwa pembangunan KY Corpu ini untuk menghadapi
-
KY Terima Audiensi Mahasiswa Permahi Untirta, Diskusi Soal Kedudukan KY
Jakarta (Komisi Yudisial) - Komisi Yudisial (KY) menerima kunjungan mahasiswa dari Komisariat Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten, pada Senin (27/10/2025). Kepala Pusat Analisis dan Layanan Informasi Juma'in menjelaskan soal kedudukan KY setelah amandemen UUD NRI Tahun 1945. Kedudukan KY sejajar dengan lembaga negara lain, seperti:
-
Pengawasan KY Soal Etika Hakim, Bukan Teknis Yudisial
Jakarta (Komisi Yudisial) - Komisi Yudisial (KY) menegaskan bahwa lembaganya tidak memasuki ranah teknis yudisial, melainkan berfokus pada kode etik hakim. Namun adanya garis batas yang tipis antara pelanggaran perilaku (misconduct) dan kesalahan teknis yudisial (legal error), maka perlu ada kesepakatan untuk membedakan keduanya. “Pada prinsipnya KY tidak memasuki ranah teknis
-
KY Ajak Mahasiswa Jaga Integritas Hakim
Jakarta (Komisi Yudisial) - Komisi Yudisial (KY) terus menunjukkan komitmen dalam menjaga marwah peradilan di Indonesia, meski menghadapi banyak tantangan selama dua dekade berdiri. Keterbatasan sumber daya tidak menjadi alasan bagi KY untuk berhenti bekerja dan berinovasi. KY mengajak generasi muda untuk berkolaborasi menjaga integritas hakim demi terwujudnya peradilan bersih. "KY
-
Budaya Literasi Membangun Peradaban Bangsa
Jakarta (Komisi Yudisial) - Pada 2022, kemampuan membaca masyarakat Indonesia tergolong rendah di skala ASEAN. Indonesia menempati peringkat ke 70 dari 81 negara dengan skor 359. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus pembenahan untuk memperbaiki kualitas kemampuan membaca. "Fakta tersebut menjadi pengingat penting akan perlunya upaya bersama dalam memperkuat budaya literasi di
English
Bahasa