Semarang (Komisi Yudisial) – Penghubung Komisi Yudisial (KY) Jawa Tengah (Jateng) menerima kunjungan akademik dari Fakultas Syari'ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur'an (FSH UNSIQ) Wonosobo di Kantor Penghubung KY Jateng, Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan pemahaman mahasiswa mengenai peran KY dalam menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.
Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai kedudukan dan kewenangan KY berdasarkan konstitusi, tugas Penghubung KY di daerah, mekanisme pengawasan perilaku hakim, pemantauan persidangan, advokasi hakim, hingga pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga integritas lembaga peradilan.
Koordinator Penghubung KY Jateng Muhammad Farhan menyampaikan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter calon penegak hukum yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.
"Kunjungan akademik seperti ini menjadi ruang yang sangat baik untuk mempertemukan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik kelembagaan. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami sistem peradilan secara normatif, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga etika, integritas, dan independensi hakim sebagai fondasi utama tegaknya negara hukum," ujar Muhammad Farhan.
Lebih lanjut, Farhan menegaskan bahwa Penghubung KY Jateng senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui kegiatan akademik, sosialisasi, penelitian, maupun program magang sebagai upaya memperluas literasi masyarakat mengenai peran KY. Melalui kunjungan akademik ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara Penghubung KY Jateng dengan FSH UNSIQ Wonosobo dalam mendukung pengembangan pendidikan hukum yang berorientasi pada nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan keadilan.
"Ke depannya diharapkan mampu melahirkan generasi penegak hukum yang beretika dan berkomitmen menjaga marwah peradilan Indonesia," pungkas Muhammad Farhan. (KY/PKY Jateng/Festy)
English
Bahasa